Kamis, 04 Oktober 2012

INGATLAH PENGORBANAN ISTRI


INGATLAH PENGORBANAN ISTRI


Saat pertama bertemu semua terasa indah,senyum tak pernah lepas dari bibir sampai -sampai makanpun terlupakan.semua terlihat indah,pahit terasa manis,garam serasa gula itu awalnya manusia jatuh cinta.Apalagi saat baru-baru menjalin sebuah komitmen.Telfon bisa berjam-jam dibela-belain ga tidur hanya untuk berbincang dengan sang pujaan hati.padahal besok sudah harus melanjutkan aktifitas yang membutuhkan cukup banyak energi,untuk orang yang jatuh cinta pasangannya merupakan energi untuknya.Susah,senang dilalu bersama.banyak pasangan-pasangan yang memiliki cerita cinta yang beragam.mulai dari saat masih naksir-naksiran,sampai susahnya mendapatkan hati sang pasangan,bahkan ada pula yang nekad bunuh diri karena cinta bertepuk sebelah tangan bahkan kebanyakan cinta tak bersambut berakhir dengan permusuhan.silaturahmipun terputus hanya karena cinta.

Cinta memang tak bisa dilepas dari peran dalam kehidupan.Terkadang aku mengelus dada jika melihat,mendengar Sang suami yang hendak menikah lagi ataupun sudah menikah lagi diam-diam tanpa izin istri.apakah sang Suami atau lelaki melakukan langkah itu dalam keadaan memikirkan seperti apa perasaan sang istri dan anak dan apa tak pernah terlintas dipikirannya bagaimana saat pertama jatuh cinta kepada istrinya,saat pedekate dengan istrinya,kencan bersama,tertawa bersama,menangis bersama,apa sang suami lupa bagaimana groginya saat hendak ijab kabul menikahi sang istri,apakah sang suami lupa tidak banyak juga biaya yang dikeluarkan untuk menikah,apa lupa rasa saat pertama kali mengetahui sang istri mengandung .9 bulan mengandung  anaknya ,melihat bagaimana sakitnya melahirkan anak yang harus mempertaruhkan nyawanya.Kenapa sang suami tidak memikirkan dan mengingat bagaimana dahulu sang istri tidak bisa masak sama sekali dan karena ingin menjadi istri yang sesungguhnya ia belajar memasak untuk dapat melayani suaminya.apakah sang suami tidak melihat pengorbanan istrinya yang demi melahirkan anaknya ia harus rela badannya menjadi melar,gemuk dan tak sekencang dahulu,sang istri harus melakukan pekerjaan rumah yang tak ada habisnya,apakah suami tak pernah merasakan bagaimana istri mencuci pakaiannya,menyetrikanya menyiapkan semua keperluannya.apakah pengorbanan dan bakti sang istri yang ia jalani yang ia ketahui tak ada harganya buat sang suami yang hanya bisa bicara maaf aku jatuh cinta pada wanita lain dan hendak menikahinya.apakah tak dia rasakan jika sang suami ada diposisi sebagai istri.aku ingin para suami yang hendak menikah lagi,ataupun sudah menikah atau terjebak dalam perselingkuhan coba ingat saat bertemu dan apakah istri pantas mendapatkan perlakuan diduakan/dimadu.apakah semua pengorbanan sang istri tak berarti sehingga sang suami dengan mudah menikah kembali hanya karena alasan Jatuh cinta.Andaikan sang suami menyadari bahwa istrinya sangatlah berarti dan tidak pantas diduakan.

Created : Intan Farmaisuri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar